Kamis, 27 Agustus 2015

PERISTIWA GONCANGNYA BUMI ( QS 99 : 1 - 3 )


SURAT  AL  ZALZALAH  ( QS 99 : 1 – 3 )

Allah swt berfirman di dalam QS Al Zalzalah ayat 1 – 3 yang berbunyi

Idzaa zulzilatil ardhu zil zaa lahaa  --  wa akh rajatil ardhu atsqaa lahaa  --  waqaalal insaanu maa lahaa . ( QS 99 : 1 – 3 )

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), -- dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, --  dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",

Surat Al Zazalah ini menerangkan tanda – tanda awal terjadinya Kiamat. Dan pada hari itu pula semua manusia akan melihat hasil perbuatannya, apakah itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk .

Pada ayat 1 Allah swt mengungkapkan bahwa pada saat awal sekali kiamat terjadi, maka bumi akan bergetar dan berguncang dengan hebat. Jelas tidak bisa dibayangkan getarannya seperti apa, dan hebatnya kaya apa, hanya Allah yang tahu.

Tapi kita sendiri bisa merasakan getaran gempa bumi dengan skala 6, 7 atau 8 bahkan sampai 9 koma skala richter, kaya apa dampaknya, banyak rumah dan bangunan sekokoh apapun pada hancur, banyak korban akibat gempa bumi tersebut.

Allah swt juga berfirman di QS Al Hajj ayat 1 yang berbunyi

Yaaaa ayyuhan naasut taquu rabbakum inna zalzalatas saa’ati syaiun ‘adhiim ( QS 22 : 1 )

Wahai manusia ! Bertakwalah kepada Tuhanmu : sungguh guncangan ( hari ) Kiamat itu adalah suatu ( kejadian ) yang sangat besar.

Kemudian Allah swwt berfirman di dalam QS Al Waaqi’ah ayat 4 yang berbunyi

Idzaa rujjatil ardhu rajjaa . ( QS 56 : 4 )

Apabila bumi digoncangkan sedahsyat – dahsyatnya.

Mengapa Allah mengungkapkan ini beberapa kali di surat yang berbeda ? Tujuannya adalah agar orang-orang yang menentangNya , yang tidak mau beriman dan bertakwa kepadaNya mau berfikir dan merenungi hal tersebut 

Bagaimana bila kejadian tersebut mereka mengetahuinya dan mengalaminya, apa yang akan mereka lakukan , dan akan meminta tolong kepada siapa ? Apakah mereka masih tetap lalai akan kewajibannya terhadap Allah ? Apakah mereka mau pamer dengan kayaannya bisa berbuat sesuatu ? Apakah mereka dengan kekuasaannya bisa mengatur segalanya ?

Dan Allah swt pun menambahkan penjelasannya , bumi bukan hanya bergetar dan berguncang saja, semua isi perut bumi berhamburan keluar semacam bahan tambang, logam dsb tidak ada yang tersisa, semuanya dimuntahkan oleh Allah.

Allah swt juga berfirman di dalam QS Al Insyiqaaq ayat 3 – 4 yang berbunyi

Wa idzal ardhu muddat  --  wa al qat maa fiihaa wa takhallat . ( QS 84 : 3 – 4 )

Dan apabila bumi diratakan dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.

Kita sudah menyaksikan kehebatan gunung berapi meletus, mengeluarkan lahar panas dan api serta debu yang beterbangan. Itu baru sebagin dan hanya satu gunung. 

Tapi kejadian Kiamat ini bukan seperti itu akan tetapi semua isi perut bumi berhamburan keluar, gunung2 berapi hancur dan memuntahkan segala isinya hingga bumi menjadI rata. 

Lalu manusia akan bersembunyi di mana ? Mau minta tolong kepada siapa ? Mau minta perlindungan kepada siapa ? Bagaimana bila hal itu terjadi saat kita mengetahuinya dan mengalaminya ? Lalu apa yang bisa kita perbuat  ? 

Paling juga keluar dari mulut kita hanya ucapan Ya Allah… Ya Allah… Ya  Allah …tolonglah aku, lindungi aku , selamatkan dsb… gak sadar waktu belum ada kejadian tidak pernah beribadah kepada Allah. Diperintahkan agar bertakwa  dan beriman kepadaNya pura-para gak dengar, gak ngarti dan gak tahu. Begitu keadaan kepepet baru banyak menyebut namaNya.


Dan pada saat manusia baru sadar bahwa saat itulah terjadinya hari Kiamat. Semua manusia dalam keadaan bingung kaya orang yang sedang mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak bingung dan tidak mabuk. 

Mereka semuanya sibuk berlari kesana kemari, ingin menyelematkan diri masing-masing, sanak keluarganya sudah dilupakan karena dirinya hanya berfikir bagaimana caranya agar selamat dari bencana tersebut. Kejadian seperti berlangsung sangat cepat dan baru manusia mengalaminya.

Semoga saja ini dijadikan pembelajaran buat kita semua, sehingga dapat meningkatkan takwa kita kepada Allah swt.

Aaaaamiin  Yaa Rabbal'aalamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar