Kamis, 25 Agustus 2016

BANYAK-BANYAKLAH BERBUAT KEBAIKAN

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Dengan banyak berbuat kebaikan terhadap orang lain, maka jiwa akan menjadi tenang, tentram dan damai, salam, bahagia dan sejahtera.

Kebaikan selalu menentramkan jiwa,
Dan kejelekan selalu menggelisahkan jiwa,
Itulah realita yang ada pada umumnya manusia.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Tinggalkanlah yang meragukanmu dan beralihlah pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa” [HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200].

Dalam Hadits lainnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia” [HR. Muslim no. 2553].

Yang namanya dosa,
Selalu menggelisahkan jiwa,
Membuat hidup tidak tenang,
Jiwanya sungguh sulit untuk tenang.

Lantas bagaimana jika ada yang melakukan dosa,
Malah hatinya begitu tentram-tentram saja?

Jawabannya…..
Itulah keadaan hati yang penuh kekotoran,
Yang telah tertutupi dengan noda hitam,
Karena tidak kunjung berhenti dari maksiat.

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka” [QS. al-Muthaffifin: 14].

Jika hati terus tertutupi karena maksiat,
Maka sungguh sulit mendapatkan petunjuk,
Dan melakukan kebaikan.

Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan:
“Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran” [Lihat Ad-Daa’ wad Dawaa’, cetakan pertama, 1424 H, hal. 107].

Yaa ALLAH…!!!
Kami memohon kepada-MU,
Untuk mudah melakukan berbagai kebajikan,
Dan meninggalkan berbagai kemungkaran.
Aamiin…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar