Jumat, 31 Maret 2017

BELAJAR KEHIDUPAN DARI KISAH NABI SULAIMAN AS.

Bismilaahi ... assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Nabi Sulaiman itu dibheri Allah mukjizat bisa memahami dan mengerti bahasa hewan dan Jin. 

Beliau sangat cerdas dan kekayaannya sangat luar biasa.  Didalam mengelola pemerintahan dan kekuasaannya yang amat sangat luas , kekuatan di bidang politiknya serta artistic bangunannya belum terkalahkan sampai zaman super modern sekarang ini .  

Namun dibalik kekayaan , kekuasaan dan kesabaran beliau  , Allah swt telah memberikan ujian tentang pandangan hidupnya .  Di saat itu beliau mendengar bahwa anda sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu cantik jelita di negeri Sabah . Namun sang ratu beserta rakyatnya menyembah matahari . 

Untuk itu segeralah Nabi Sulaiman mengutus seseorang untuk memberikan sepucuk surat yang isinya mengundang sang ratu untuk hadir di kerajaannya, selain itu sang ratu diminta untuk masuk Islam .  Sang Ratu yang bernama Bilqis menolak undangan Nabi Sulaiman as tersebut . Ia hanya mengirim upeti semacam hadian yang mahal harganya untuk Nabi Sulaiman as.  

Kemudian Nabi Sulaiman as menjawab , “ Aku tudak butuh dengan kekayaan . Yang aku inginkan agar Ratu beserta rakyatnya tidak lagi menyembah matahari, tapi cukup hanya menyembah Allah swt yang telah menciptakan alam semesta ini “  

Setelah membaca penolakan tersebut Ratu Bilqis akhirnya berangkat untuk menemui Nabi Sulaiman as. Mendengar Sang Ratu pergi menemui beliau. Lalu beliau ingin membuat satu kejutan untuk menundukkan jiwa sang Ratu.  

Kemudian beliau menawarkan kepada rakyatnya “ Siapakah di antara kalian yang sanggup meminhdahkan kerajaan Sabah kemari “  “ Saya , ya Rasul ! “ Jawab Jin Ifrit . “ Aku sanggup memindahkan kerajaan itu sebelum paduka berdiri dari kursi itu”  “ 

Itu kurang cepat “ Jawab Nabi Sulaiman as.  “ Aku sanggup memindahkan kerajaan Sabah itu sebelum paduka berkedip “ Jawab salah seorang ahli kitab yang memiliki ilmu magic atau ilmu batin tinggi . Nabi Sulaiman as pun menganggukkan kepalanya tanda setuju .  

Dan benar saja beliau melihat dengan bukti yang nyata kerajaan Sabah sudah Nampak di depan mata. Sungguh betapa indahnya dan megahnya kerajaan tersebut . Dan Nabi Sulaiman as seketika ingat , bukannya memuji kekuatan ilmu yang dimiliki oleh tukang shir tersebut, akan tetapi beliau mengucap kepada kekuatan ghaib yang memindahkannya yaitu Allah swt . 

Sebagaimana firman Allah di dalam Al Qur’an yaitu ….. …..  Yang artinya , 

“ Ini adalah karunia Tuhanku , untukm mencoba apakah aku bersyukur ataukah aku mengingkari nikmat Allah . Dan barangsiapa bersyukur , maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar , maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia  .  
QS An Naml 40 .

HIKMAH DARI CERITA INI ADALAH

1.Janganlah anda berbangga diri dengan jabatan yang anda genggam. Bila jabatan iutu untuk mensejahterakan rakyatnya maka anda termasuk orang yang beruntung. Namun bila jabatan tersebut anda salah gunakan untuk kedzaliman, membuat rakyat sengsara dan menderita, maka cfelakalah anda. Anda  dimurkai dan dilaknat oleh Allah swt.

2. Janganlah anda sombong dengan kekayaan berlimpah yang sudah sampai kepada anda. Karena anda akan ditanyakan dua hal oleh Allah yaitu
2.1  Dengan cara apakah anda memperoleh kekayaan tersebut apakah dengan cara yang halal, ataukah dengan cara yang tidak halal ?
2.2  Dimanfaatkan untuk apakah harta tersebut oleh anda, apakah untuk menambah amal kebajikan ataukah ditimbun untuk memperkaya diri dan berbuat maksiat serta memperturutkan hawa nafsu anda.
2.3  Dengan diberinya berbagai macam kenikmmatan, apakah anda menjadi orang yang bersyukur ataukah orang yang kufur ?
2.4  Bila menjadi orang yang bersyukur maka anda akan diangkat derajatnya oleh Allah. Namun bila anda kufur maka anda akan dihinakan oleh-Nya serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah daripada binatang .


Semoga saja kita semua menjadi manusia yang senantiasa mensyukuri nikmat2 Allah yang telah kita terima, dan Allah senantiasa meridoi perbuatan kita untuk bekal akhirat kita . Aaaaammin.  

Wallaahu a’lam bish shawab….Barakallaahu fiikum .
Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar