Senin, 17 April 2017

AWAL ADANYA KEMAKSIATAN DAN KETA’ATAN

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. 


Saudaraku perlu diketahui bahwa di dalam setiap jiwa manusia itu terdapat dua unsur yang sangat pokok yaitu nafsu amarah dan nafsu muthmainnah. 

Allah swt berfirman yaitu, “ wamaa u barri u nafsii innan nafsa la ammaarotun bis suu I illaa maa rahimka robbii ghofuurur rohiim “   
Yang artinya , “ Dan aku tidak membebaskan diriku ( dari kesalahan ) , karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan , kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku . Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang “  QS Yusuf  53 .  

Berdasarkan ayat ini maka “selalu menyuruh kepada kejahatan “ adalah nafsu amarah .  Dan “  nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku “ adalah nafsu muthmainnah  . 

Nafsu amarah selalu condong untuk berbuat tercela, maksiat, jahat, zalim terhadap Allah swt . Anggota badan selalu menuntut kepada kelezatan dan kenikmatan dunia .  Sedangkan nafsu muthmainnah adalah nafsu yang tenang. Nafsu ini mendatangkan rahmat Allah ke hati yang bersih dan jernih .  

Sebagaimana firman Allah yaitu , “ Yaaa ayyuhan nafsul muth mainnah , irj’ii ilaa robbiki roo dhiyatan mardhiyyah fad khulii fii ‘ibadii wad khulii jannatii  “  
Yang artinya , “ Wahai jiwa yang tenag , kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang dan direlakan . Dan masuklah ke dalam golongan hambaKU , dan masuklah ke dalam surgaKU “  
QS Al Fajar  27 – 30 . 

Diantara nafsu amarah adalah : syahwat , marah , toma’ atau serakah atau rakus, sombong atau ego , riya atau berbangga diri , dengki atau hasad dsb. Yang kesemuanya itu harus dibersihkan atau dilenyapkan dari hati kita . 

Nafsu syahwat dilenyapkan dengan merendahkan diri di hadapan Allah . 
Nafsu amarah  dilenyapkan dengan bersabar . 
Nafsu toma dilenyapkan dengan sifat qana’ah . 
Nafsu sombong dilenyapkan dengan berendah hati atau tawadhu . 
Nafsu riya’ dilenyapkan dengan ikhjlas . 
Nafsu dengki atau hasad dilenyapkan dengan mmenghilangkan rasa was-was .  

Menurut A Hasan , “ Barangsiapa yang jahat jiwanya, buruk akhlaknya maka hidupnya akan tersiksa “ .  

Adapun nafsu muthmainnah memiliki lima macam sifat yaitu 

1. Berbuat amal ibadah hanya kepada Allah semata ;  

2. Bersabar hati , menerima dan tabah dalam menghadapi segala macam cobaan  ;  

3. Bersifat qana’ah , berlapang dada menerima atas segala karunia yang diberikan Allah, besar maupun kecil ;  

4. Bersifat tawadhu , merendah diri dengan sesame manusia , tidak berbuatsewenang-pwenang  ;  

5. Beramal ikhlas karena Allah semata, tidak karena yang lainnya .  

Semoga kita semua bisa mengendalakikan hawa nafsu kita , menjaga dan memeliharanya dengan baik agar hati tetap bersih atas izin dan rido Allah swtt ……  Aaaaamiin ….  

Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar