Selasa, 18 April 2017

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU SEKALIGUS SOSIAL

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. 



Wahai saudaraku , Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa manusai itu selain sebagai makhluk individu juga sekaligus sebagai makhluk sosial. 

Sebagai makhluk individu manusia melakukan hubungan langsung dengan Tuhannya yaitu Allah swt.( Hubungan secara vertical ) . Dan hubungan antar sesama manusia , yaitu hubungan secara horizontal disebut makhluk sosial . 

Baik hubungan secara vertical maupun horizontal masing-masing punya aturan sendiri yang telah ditentukan oleh Allah swt.  

Contoh hubungan vertical yaitu dengan melaksanakan sholat wajib , mengeluarkan zakat, berpuasa dsb.  Dan hubungan horizontal contohnya harus, saling membantu, mengisi,menghormati, menghargai, berkasih sayang, dilarang saling menzalimi dsb.  

Bagi yang mentaati aturan tersebut berarti termasuk golongan yang bertakwa, dan bagi yang ingkar , membangkang termasuk golongan kafir.  Mengapa mereka menentang dan membangkang ? Karena mereka sudah dipengaruhi oleh Iblis dan syaitan. 

Allah swt berfirman  
" Qoola maa mana’aka allaa tasjuda idz amartuka , Qoola ana khoirun minhu kholaqtanii min naarin mwa kholaqtahu min thiin “  
Yang artinya  "  Apakah yang mennghalagimu untuk bersujud ( kepada Adam ) , ketika Aku memerintah kamu ? Seraya Iblis menjawab , “ Saya lebih baik daripadanya , Engkau ciptakan saya daripada api , dan dia Engkau ciptakan daripada tanah ! “ 
QS Al A’rof 12.  

Karena Iblis menentang Allah swt, maka Allah swt menghukum Iblis mengusirnya dari surga-Nya.  Itulah akibat perbuatan kesombongan iblis. Sebagaimana firmanNya yaitu 

" Qoola fahbith minhaa famaa yakuuna laka an tatakabbaro fiihaa fakhruj innaka minash shooghiriin “   
Yangartinya "  Turunlah kamu dari surga ini, karena kamu tidak sepatutnya untuk menyombongkan diri di dalamnya , dan keluarlah , sesungguhnya kamu termasuk daripada orang-orang yang hina. 

Dari ayat di atas kita dapat ambil kesimpulan yaitu 

1. Barangsiapa yang tidak tunduk, patuh dan taat kepada Allah swt , maka termasuk golongan kafir ;  2.  Siapapun yang menentang Allah , berarti dia termasuk orang yang sombong ;  
3. Kesombongan itu mutlak hak Allah, jadi bila manusia menyombongkan diri , maka akan terkena murkanya Allah swt  ; 
4. Bagi siapa saja yang menyombongkan diri maka akan dihinakan oleh Allah  karena kesombongannya .  
5. Akibat kesombongan , maka segala amal ditolak Allah, apa yang dimilikinya tidak mendapatkan berkah dari Allah swt , do’a yang dipanjatkannyapun ditolak oleh Allah swt ;  
6. Orang yang sombong hidupnya di dunia dihinakan Allah dan di akhirat dinistakan Allah .  

Menurut Ibnu Qoyim Al Jauzi ( seorang ahli hikmah )  cirri atau tanda kesombongan seseorang itu adalah : 

1. Semakin bertambah ilmunya, maka ia semakin congkak dan somsong ;  
2. Semakin bertambah amalnya, maka is semakin berbangga diri ;  
3. Semakin bertambah umurnya, maka is semakin loba, rakus, tamak  ; 
4. Semakin bertambah harta kekayaannya, maka is semakin kikir dan bakhil  ; 
5. Semakin bertambah pangkatnya , maka ia semakin bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya .  

Semoga saja kita semua dilindungi oleh Allah swt dari sifat sombong, angkuh, kikir, bakhil, berbangga diri . Aaaaamiin ….  
Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar