Kamis, 28 Desember 2017

KEMATIAN SEBAGAI PANGLIMA NASIHAT DAN GURU KEHIDUPAN .

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim  .





Wahai saudaraku mengapa Rasulullah saw bersabda bahwa 
“ Barangsiapa manusia di setiap harinya minimal mengngat kematian sebanyak dua puluh kali , nilainya sama dengan jihad fisbailillah ? “

Karena dengan mengingat kematian minimalnya dirinya mempersiapkan diri apa yang harus disiapkan saat menghadapi sakaratul maut  .

Kemudian amal apa saja yang akan memperingan jawaban dari para Malaikat Penjaga Kubur agar  prtanyaan – pertanyaan beliau dapat dijawab dengan mudah .

Juga bagaimanakah caranya atau langkah apa saja yang harus dilakukan selagi masih hidup di dunia agar saat di alam kubur itu yang sempit menjadi luas , yang gelap menjadi terang  , 

yang menyeramkan menjadi menyenangkan ,  segala siksa kubur dapat tergantikan dengan kenikmatan kubur .

Untuk lebih jelasnya mari kita simak dialog antara sang HAMBA dan SYEKH  berikut ini 

SYEKH     :   Wahai sobat Bagi orang-orang cerdas ini, kematian adalah panglima nasihat dan guru kehidupan.

HAMBA  :   Apa yang dimaksud dengan kematian sebagai nasihat ?

SYEKH     :   Kata kematian adalah kata yang paling tidak disukai oleh manusia . Karena manusia ingin bisa tinggal hidup selamanya di dunia . Tidak mau pindah ke alam lain .

HAMBA  :   Tapi kan semua yang bernyawa itu punya batasan umur . Maksudnya semakin usia bertambah , maka semakin berkuranglah umurnya. Sehingga keberadaannya di dunia itu peluang hidupnya semakin sempit .

SYEKH     :  Betul sekali apa yang kamu sampaikan itu. Itu bagi yang masih normal akal fikirannya . Sehingga bisa berbuat sesuatu yang terbaik bagi dirinya  saat ini demi masa depannya . Karena masa depan  seseorang  setidaknya ditentukan atas apa yang dilakukannya saat ini .

HAMBA  :   Baik syekh saya sudah mulai faham sekarang . Dan apakah yang dimaksud dengan kematian sebagai guru kehidupan ?

SYEKH     :   Adanya kehidupan karena belum datangnya kematian .  Dan bila kematian datang , maka putuslah segala kegiatan dunia , kenikmatan dunia .

HAMBA  :  Jadi  manusia yang paling cerdas adalah manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian.

SYEKH     :  Betul . Sedikit saja ia lengah dari memikirkan kematian maka ia telah kehilangan guru terbaik dalam hidupnya.  

Oleh karena itu  hiduplah kamu  dalam keadaan mulia, atau matilah dalam keadaan mati syahid . 
Seni kematian yang paling indah juga dicontohkan para sahabat dalam membela  risalah Islam dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia.    

Nabi saw bersabda 
“ Jadi  manusia cerdas adalah  manusia yang  akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat “  HR. Ibnu Majah .

Sekarang adakah dalam hati kita kematian itu sebagai penasihat terbaik kita dan memulai menata hati, jiwa dan raga untuk menjemput kematian dengan seni kematian yang begitu indah dalam Islam.

HAMBA  :  Terima kasih syekh  atas ilmunya , semoga bermanfaat untuk diriku dan juga mereka yang membaca uraian ini .

SYEKH     :  Insya Allah . Aaaaamiin.

Semoga saja yang membaca dialog ini hati yang tadinya sudah lama tertutup akan menjadi terbuka atas izin dan rido Allah , sehingga rahmat Allah  bisa masuk menjadikan cahaya keimanan buat dirinya. Aaaaaamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar