Minggu, 31 Desember 2017

PANTANG EGOIS

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.




Wahai saudaraku tidak ada untungnya menjadi orang yang egois.

Walaupun saat itu dirinya senang, tapi hanya sesaat .

Wahai saudaraku, sesungguhnya ego adalah unsur di dalam kemanusiaan

yang dianugerahkan Alloh kepada kita. Karena siapa yang bisa menolong

diri kita, syariatnya adalah diri kita sendiri.

Coba saja perhatikan, ketika keluar dari masjid, yang lebih dahulu

kita lakukan adalah mencari-cari sandal sendiri di antara tumpukkan

sekian banyak sandal. Bukan membantu orang lain menemukan sandalnya.

Atau ketika berfoto dengan teman-teman, yang pertama kita cari adalah

gambar diri kita sendiri, malah kalau posenya kurang bagus meski yang lain

bagus, kita akan minta diulangi. Semua ini adalah wajar dan manusiawi.

Namun, akan menjadi tidak wajar jikalau ego kita membuat pihak lain menjadi

terzholimi. Misalkan kita mencari-cari sandal sendiri sambil melempar-lemparkan

sandal orang lain. Sikap yang demikian adalah egois. Orang yang egois adalah

orang yang hanya sibuk memenuhi keinginan dirinya tanpa memikirkan hak orang lain,

bahkan tanpa peduli orang lain tersakiti. Dan, semakin besar sifat egoisnya

makan akan besar kemungkinannya dia menjadi penjahat. Lihatlah koruptor,

demi memperkaya dirinya sendiri, dia korbankan masyarakat luas dengan cara

mencuri uang negara.  Marilah kita memetik hikmah dari jantung kita.

Jantung kita berdegup tanpa dipinta. Bahkan dia berdegup terus baik diingat

maupun dilupakan. Ia berdegup tanpa pamrih memenuhi kebutuhan darah kita.

Ia tidak menonjolkan diri, tidak berharap mendapat sanjungan, yang ia lakukan

hanya bekerja terus, memberi manfaat terus-menerus.

Rosululloh Saw. bersabda, 

“Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” 
(HR. Thobroni)

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar