Kamis, 27 Desember 2018

K E I N G I N A N .


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai  saudaraku setiap manusia pasti punya keinginan , pasti punya cita – cita dan pasti punya harapan untuk kehidupannya agar bisa menjadi lebih baik , lebih bahagia, lebih sejahtera .

Semua itu bergantung atas apa yang telah diusahakannya dan izin serta ridho-Nya .

Wahai saudaraku  suatu hal yang manuwiasi jika kita memiliki keinginan. Akan tetapi, keinginan kita tidak selalu sesuai dengan kenyataan, tidak selamanya terwujud sesuai harapan kita.

Kita ingin mudah ternyata susah, kita ingin cepat ternyata lambat, kita ingin ringan ternyata berat, kita ingin banyak ternyata sedikit.

Begitu banyak sekali keinginan manusia yang tidak sesuai dengan kenyataan.Nah, kita perlu memiliki kesiapan menghadapi kenyataan baik yang cocok maupun yang tidak cocok dengan keinginan kita.

Cara supaya kita siap adalah dengan yakin bahwa Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Karena apa yang kita inginkan selalu didasari dengan pengetahuan kita yang sangat dangkal tentang keinginan kita tersebut.

Kita ingin punya banyak uang karena merasa dengan uang itu bisa melakukan banyak hal, padahal boleh jadi ternyata kita belum siap menghadapi godaan yang datang manakala kita punya banyak uang. 
 
Kita ingin punya jabatan tinggi karena merasa dengan jabatan itu kita akan terhormat, padahal boleh jadi kita tidak siap dengan ujian jabatan itu yang bisa
menjerumuskan kita berbuat zholim.

Allah Swt. Berfirman yaitu ,

“ …….. Wa ‘asaa an takrohuu syaian wa huwa khorun lakum , wa ‘asaa an tuhibbuu saian wa huwa syarrul lakum , walloohu ya’lamu wa antum laa ya’lamuuna “

Yang artinya adalah  ,

“.. ….Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  

(QS. Al Baqarah [2] : 216)

Jangan terburu-buru putus asa saat menghadapi kenyataan yang tidak kita sukai, karena boleh jadi itulah yang menjadi titik balik kita menjadi pribadi yang lebih tangguh, lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih dekat dengan Allah Swt.

Sebaliknya jangan gugup merasa senang saat kita banyak mendapatkan apa yang kita sukai karena siapa tahu itu adalah ISTJRAD . 

Artinya Allah swt sedang menyesatkan kita, karena menjadikan kita semakin jauh dengan Allah swt, semakin menyepelekan syari’at agama , semakin lalai terhadap Allah swt .

Mengapa terjadi demikian  ?  Karena bukan berarti Allah itu zalim terhadap kita, akan tetapi kitalah yang telah menzamili diri sendiri .

Boleh kita memiliki keinginan. Namun, yang lebih penting adalah kita mengerti cara menyikapi keinginan yang tercapai dan yang tidak tercapai. 

Kita perlu senantiasa sadar bahwa mustahil setiap keinginan kita akan terkabul semuanya. 

Dan, kita perlu senantiasa yakin bahwa apa yang Alloh takdirkan terjadi pasti yang terbaik dan pasti mengandung hikmah.

Semoga Alloh Swt. memberikan kita kekuatan sehingga kita menjadi orang-orang yang senantiasa siap menghadapi apapun kenyataan hidup yang terjadi. 

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar