Kamis, 21 Maret 2013

CINTA ALLAH DAN CINTA RASUL



Assalamu’alailum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Salam dan bahagia

Salam jumpa kembali dengan Butir Uraian Ayat Ayat Al Qur’an dan Refleksi Alam Al Qur’an.

Firman Allah di dalam QS Ali Imran 3 : 31 yang berbunyi, “ Qul in kuntum tuhibbuunallaaha fat-tabi’uunii yuhbib kumullaahu wayaghfirlakum dzunuubakum “ yang artinya sebagai berikut, “Katakanlah ( wahai Muhammad ), “Jika kamu sekalian benar-benar mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kamu dan mengampuni dosa-dosamu “

Para sahabat semua Allah memerintahkan Rasul-Nya ,nabi Muhammad saw agar menyampaikan kepada umatnya (manusia) termasuk kepada kita semua bahwa kalau kita semua ingin dicintai dan dikasihi oleh Allah,maka harus mengikuti apa yang disampaikan oleh beliau, selain itu segala dosa-dosa yang telah kita perbuat akan diampuni oleh-Nya.
Mengapa kita harus mengikuti N.Muhammad saw ? Karena beliau adalah orang yang dipilih dan terpilih oleh Allah dan Dia menjadikan beliau sebagai manusia pilihan sebagaimana firman-Nya di dalam QS Al Ahzab 33 : 31 yang berbunyi sebagai berikut, “ Laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanah liman kaana yarjullaaha wal yaumal aaakhir “ yang artinya sebagai berikut “ Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ( yaitu ) bagi orang yang mengharapkan ( rahmat ) Allah dan datangnya hari kemudian “
Para sahabat semua Allah sudah memilihkan untuk kita yang harus kita ikuti, dan pilihan Allah itu pasti pilihan yang terbaik ( tidak ada cacatnya ), beliau harus kita jadikan teladan,apa-apa yang disampaikannya harus kita perhatikan dan harus kita buktikan dengan amal perbuatan. Kita tidak bisa hanya dengan mengucapkan aku mencintai rasul, buktinya aku sering baca salawat untuk beliau, aku sering marhabanan memuji-muji beliau. Maaf tidak cukup hanya sekedar itu, tapi prilaku kita sehari-hari haruslah berusaha spserti yang yang beliau lakukan. Rasa kasih sayang beliau terhadap umatnya sampai melupakan keadaan dirinya sendiri, demi umatnya semua. Apa yang disampaikan oleh beliau kepada umatnya itu sudah sesuai dengan amanat Allah, untuk itu kita harus meyakininya. Tidak cukup dengan mengatakan emang bener sih, itu bagus, ya bener, bener, bener, akan tetapi tidak dibuktikan dengan amal perbuatan. Hal ini sama saja dengan memperolok-olok Allah dan Rasul-Nya. Kenapa dikatakan demikian ? Kalau sudah diberitahu bahwa Muhammad itu adalah suri teladan dari Allah masih tidak mau mengikuti, maka pasti ada yang dijadikan suri teladan selain Allah dan Rasul-Nya. Mungkin saja tersirat di dalam hatinya ada ucapan wah, kalau mengikuti Allah dan Rasul-Nya berabe banget, begini dilarang, begitu dilarang, yang ini tidak boleh yang itu tidak boleh semuanya serba dibatasi, enakan aku mengikuti si fulan , karena apa yang disampaikannya iutu yang memang mendatangkan kebahagiaan. Awas hati-hatilah dengan orang-orang seperti ini, janganlah didikut, bahkan kalau bisa dijauhi. Mari kita perhatikan 

firman Allah di dalam QS An Najm 53 : 3 – 4 yang berbunyi sebagai berikut, “ Wamaa yanthiqu ‘anil hawaa in huwa illaa wahyun yuuha “ yang artinya sebagai berikut, “ Dia ( Muhammad ) tidak pernah berkata hanya menuruti hawa nafsu ; apapun yang diucapkannya tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya “

Para sahabat sekalian Allah menjelaskan bahwa apa yang diucapkan oleh beliau itu merupakan wahyu Allah yang telah Allah sampaikan kepada beliau, dan apa yang diucapkannya nitu tidak pernah hanya menuruti hawa nafsu. Maksudnya apa yang beliau sampaikan itu benar-benar murni sesuai kehendak Allah, tidak dicampuri untuk kepentingan pribadi atau golongan. Apa yang beliau sampaikan kepada orang lain itu sama dengan apa yang disampakan untuk dirinya sendiri, dan bahkan beliau beliau selalu berusaha agar bisa lebih baik dari orang lain, karena beliau diamanati oleh Allah agar bisa menjadi contoh suri teladan umat manusia yang ada di dunia ini.
Para sahabat sekalian setelah menyimak beberapa ayat Al Qur’an di atas maka marilah kita mengikuti apa yang telah dicontohkan, apa yang telah disampaikan, apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw kepada kita semua, dan marilah kita yakini kebenarannya, marilah kita hanya berguru kepada Al Qur’an dan Al Hadits saja, bukan berguru kepada manusia, manusia itu hanya penyampai, apa yang disampaikan harus kita terima, kemudian akurkan dengan Al Qur’an dan Al Haditsnya ada tidak, karena apa yang dikhawatirkan itu agak menyimpang dari aturan Allah dan rasul-Nya. Karena akhir-akhir ini banyak generasi muda yang ingin mempelajari agama untuk dijadikan sebagai pedoman hidupnya, namun ternyata mereka terjebak dengan doktrin-doktrin yang telah diterimanya, sehingga apapun berita yang sampai kepadanya itu tidak dipercaya, walaupun yang menyampaikan berita itu tentang kebenaran. Mereka hanya mau percaya hanya kepada kelompoknya sendiri saja, mereka hanya mau bergaul dengan kelompoknya saja, karena hanya kelompoknyalah yang paling benar , yang sudah sesuai dengan tuntunan Allah dan rasul-Nya, selain dari golongan mereka itu dianggapnya sesat, dianggapnya kotor. Jadi kalau kita kita-an ini apabila mendekati golongan mereka itu, dianggapnya ada kotoran yang mendekat. Na’udzubillaahi min dzaalik. Semoga kita semua tidak terjebak dengan mereka dan semoga kita semua selalu mendapat bimbingan dari Allah swt, bimbingan yang lurus, jalan yang diridoi oleh-Nya.

Barakallaahufiikum…………salam santun dari kami untuk para sahabat semua, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, dan dapat diambil hikmahnya, serta dapat membuka hati kita semua yang selama ini telah tertutup……….Andaikan ada salah tulis atau kata, itu adalah kesalahan kami dan………..Ya Allah ampunilah kami akan hal tersebut……….. Marilah kita bersihkan dan sucikan hati, jiwa dan akal fikiran kita semua dengan mengucapkan

Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasuulullaah saw Allahu Akbar Subhanallaah Subhanallaahu wabihamdih Subhanallaah al’adhiim Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa’atuubu ilaik.

                  Wassallamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
   Salam dan bahagia

Penulis             : Ki kartawijaya Al Adiyat
Pekerjaan         : Anggota Perguruan Tamansiswa Cabang Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar