Sabtu, 15 Juni 2013

KEWAJIBAN BERPUASA KE 3



Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

KEWAJIBAN BERPUASA  KE  3

Allah berfirman di dalam Q.S Al Baqarah 2 : 185  yang berbunyi sebagai berikut

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ [٢:١٨٥]

  (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur “.

Para sahabat semuanya melalui ayat ini Allah menjelaskan bahwa beberapa hari yang ditentukan itu ( 1 bulan lamanya atau 30 hari) adalah bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan ini ada hari yang istimewa yang sangat bersejarah yaitu diturunkannya kitab Allah Al Qur’anul karim kepada Nabi Muhammad saw untuk petunjuk dan pedoman hidup kita selama kita berada di dunia agar kita selamat di dunia dan bahagia di akhirat . Selain dari itu  Al Qur’an ini disebut juga pembeda yaitu memberitahukan kepada kita mana yang haq dan mana yang bathil.

Oleh karena itu apabila datang bulan Ramadhan, maka kita harus berpuasa. Apabila tidak mampu karena berhalangan misalnya dalam perjalanan jauh, atau sakit yang memang tidak boleh berpuasa. Boleh saja tidak berpuasa, asalkan di bulan lain harus diganti puasanya. Khusus bagi pekerja berat, boleh juga tidak berpuasa, asalkan membayar fidyah yaitu setiap hari memberi makan seorang miskin.

Allah sungguh tidak ingin mempersulit hambanya di dalam beribadah kepada-Nya akan tetapi sebaliknya ingin memberikan kemudahan kepada kita semua di dalam beribadah. Hasilnya atau pahalanya juga bukan untuk Allah, akan tetapi untuk kita yang menjalaninya. Oleh karena itu Dia memberi perintah kepada kita agar banyak-banyak bersyukur kepada-Nya atas segala karunia-Nya yang telah diberikan kepada kita semua dan telah kita nikmati. Adapaun cara bersyukur bermacam-macam diantaranya mensucikan-Nya, memuji-Nya, mentauhidkan-Nya, membesarkan-Nya atau memuliakan-Nya.

Barakallaahufiikum……. Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar