Minggu, 22 September 2013

KLAHIRAN NATIONAL ONDERWIJS OF TAMANSISWA ( PERGURUAN NASIONAL TAMANSISWA )

Tamansiswa lahir pada jaman penjajahan hindia Belanda. Oleh karenanya wajar bahwa suasana dan kondisi kolonial turut mewarnai kelahiran tersebut dalam bentuk reaksi positif terhadapnya.

Pemerintah kolonial dengan sistem politik kolonialnya tidak memperhatikan kepentingan rakyat dalam segala bidang kehidupannya.
Kepentingan sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, termasul pula pendidikannya tidak mendapat perhatian sebagaimana mestinya.

Hak asasi manusia tidak dihiraukan, kehidupan politik dikekang. Dalam bidang ekonomi terjadi proses pemiskinan dan usaha untuk menjadikan rakyat Indonesia tergantung pada fihak lain dan tidak mampu berdiri di atas kaki sendiri ( berdikari ).

Perkembangan kebudayaan dengan sistematis diinfiltrasikan kebudayaan Barat, untuk lambat laun menghilangkan kebudayaan bangsa Indonesia.

Melalui pendidikan kolonialnya sengaja ditelantarkan agar supaya rakyat Indonesia tetap tinggal bodoh. Nasionalisme tidak dikembangkan dan justru yang dilaksanakan adalah politik " Devide et Impera " politik pemecah belah.

Dalam kondisi masyarakat yang demikian itulah TAMANSISWA dilahirkan. Kondisi kolonial yang banyak mengandung unsur kehidupan yang tidak sesuai dengan cita-cita nasional bangsa Indonesia, menantang untuk dilawan. Penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan aspirasi bangsa Indonesia.

Karena demokrasi dalam kehidupan rakyat tidak ada, maka harus diubah menjadi masyarakat yang demokratis.

Usaha pemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda harus diberantas, dihentikan dan diganti dengan usaha yang menuju ke arah kesejahteraan hidup rakyat.

Usaha pembodohan harus dilawan dan diganti dengan usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan nasional.

Jiwa nasionalisme harus dikembangkan untuk mengikis habis jiwa feodal-kolonial. Dan kebudayaan kolonial ditanggulangi dan dihapus dengan pengembangan kebudayaan nasional.

Jiwa kemerdekaan atau jiwa merdeka harus ditanamkan dan dikembangkan untuk perjuangan kemerdekaan bangsa.

Kebudayaan kolonial harus ditanggulangi dan harus digantikan dan dikembangkan kebudayaan nasional.

Hal-hal apapun yang tidak sesuai dan yang tidak dikehendaki dan bertentangan dengan aspirasi bangsa Indonesia, dan hal-hal yang harus dapat menggantikannya telah melahirkan dan menjiwai asas-asas dan tujuan perjuangan Tamansiswa khususnya dan bangsa Indonesia secara umum.

Inilah yang dimaksud dengan pernyataan bahwa kondisi kolonial itu turut mewarnai kelahiran Tamansiswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar