Rabu, 26 Februari 2014

APAKAH ITU AMAL, JANJI DAN MAKSIAT ?


AMAL  JANJI  DAN  MAKSIAT

Manusia terdiri dari roh dan jasad. Roh itu jiwa berarti batin , sedangkan jasad adalah seluruh anggota tubuh kita. Yang berkaitan dengan lahir adalah semua gerakan anggota badan lahir yang disebut dengan amal. Sedangkan yang berkaitan dengan batin  disebut janji.

Amal yang sesuai dengan perintah disebutnya taat atau takwa sedangkan amal yang menyimpang dari perintah disebutnya maksiat.

Janji yang sesuai dengan kahikat kebenaran adalah iman, sedangkan janji yang menyimpang dari hakikat dinamakan munafik. Orang munafik itu tidak punya pendirian tetap. Ciri daripada orang munafik itu adalah, apab

La dia berjanji, diingkarinya, apabila dia diberi amanat, dikhianatinya, penampilannya bisanya simpatik, dan bicaranya meyakinkan, karena untuk menutupi kekurangan dirinya, dia akan melakukan sesuatu apabila hal itu akan menguntungkan bagi dirinya, namun yang sekiranya merugikan maka akan dia tinggalkan.

Manusia akan taat menjalani agama karena di hatinya ada ilmu dan iman. Ilmu tanpa didasari iman, maka akan takabur, sombong, ego, mau menang sendiri. Iman tanpa ilmu akan sia-sia, karena keyakinannya tidak penuh.

Apabila kita ingin mendapatkan pahala dan rahmat Allah serta ridoNya, maka sering-seringlah membersihkan jiwanya, sebagaimana firman Allah di dalam QS  Ali Imran ayat   132 – 135  yaitu :

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ [٣:١٣٢]
Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ [٣:١٣٣]
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ [٣:١٣٤]
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ [٣:١٣٥]
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Melalui ketiga ayat ini Alah memberitahukan kepada kita semua yaitu Allah akan sangat menyukai kita semua dan akan mengampuni dosa-dosa yang telah kita lakukan maka :
1.    Kita harus banyak berbuat kebajikan atau amal saleh ;
2.    Kita mau menafkahkan sebagian harta kita baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit ;
3.    Kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang telah berbuat salah kepada kita ;
4.    Kita mau berusaha mengendalikan amarah kita atau meredam hawa nafsu kita

5.    Kita mau membersihkan diri dengan memperbanyak baca istighfar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar