Kamis, 27 Februari 2014

KEINGINAN TIDAK SESUAI DENGAN PERBUATAN



Abah : Nak, kamu dalam hidup ini ingin menjadi manusia yang beruntung atau manusia yang rugi di sisi Allah ?

Anak : Jelas ingin menjadi manusia yang beruntung atuh bah ? Emangnya ada yang ingin menjadi manusia yang rugi ?

Abah : Sangat banyak manusia yang hidupnya senang di dalam kerugian ?

Anak : Wah, abah sih ada-ada aja, gak mungkin atuh bah, daripada hidup dalam kerugian lebih baik mati sekarang aja supaya dosa-dosanya tidak bertumpuk semakin banyak.

Abah : Mulutnya sih mengatakan memilih manjadi manusia yang beruntung, tapi dari prilakunya selalu banyak menentang Allah. Contoh shalat wajib tidak dikerjakan , Riba dijalani, Zakat enggan mengeluarkan, takut nantinya kelaparan, Puasa Ramadhan tidak dikerjakan alasannya punya penyakit maag.

Anak : Oooh, gitu ! Emang kenyataannya banyak yang begitu bah ! Sekarang aku mengerti, maksud pembicaraan Abah.


Kesimpulan : Manusia itu banyak yang mengingkari janjinya baik dengan sesamanya maupun dengan Allah. Artinya manusia kebanyakan mendustakan dirinya sendiri dan banyak berbuat zalim pada dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar