Selasa, 25 Februari 2014

SESUATU YANG TIDAK DISUKAI TAPI DIKERJAKAN


JANGANLAH  MEMELIHARA  KEDENGKIAN

Dengki adalah salah satu penyakit yang ada di dalam hati setiap manusia. Kedengkian ini walau kita sudah berusaha untuk mematikannya, namun karena sesuatu hal , penyakit dengki ini muncul secara tiba-tiba. Timbulnya kedengkian itu adalah karena merasa dirinya kurang puas terhadap sesuatu hal yang diperoleh oleh orang lain.

Kedengkian ( hasad )  adalah seperti makanan asin yang selalu merapuhkan tulang. Kedengkian ini merupakan suatu penyakit kronis yang selalu menggerogoti tubuh pelan-pelan hingga rusak dan membusuk. Ada ungkapan, “ Tak ada yang menyenangkan dari seorang pendengki, karena ia selalu menjadi musuh dalam selimut “ Ada juga yang berkata seperti ini, “ Celaka benar seorang pendengki; diawali denagn persahabatan namun diakhiri dengan permusuhan bahkan pembunuhan “.

Seorang pendengki ibarat orang yang menyalakan pemanggang roti, lalu setelah panas dia menceburkan dirinya sendiri ke dalam pemanggang itu. Keresahan, kegelisahan dan kecemasan hidup merupakan penyakit-penyakit yang dilahirkan oleh sifat dengki untuk mengakhiri ketentraman, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Suatu bencana yang sangat besar yang diterima oleh seorang pendengki adalah karena dia selalu melawan qada ( ketentuan Allah ), menuduh Alah tidak adil dalam kebijakan-Nya, melecehkan syari’at dan selalu menyeleweng dari ajaran-ajara yang disampaikan oleh Rasulullah.


Oleh karena itu marilah kita semua berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghindari penyakit dengki. Kasih sayangilah diri sendiri sebelum berkasih sayang terhadap orang lain. Lakukan sesuatu terhadap orang lain seperti apa yang dilakukan terhadap diri sendiri. Bagaimanapun juga, menanamkan kedengkian terhadap orang lain itu sama saja dengan menanamkan kegalauan kepada daging-daging kita sendiri dan memberikan minum kegelisahan kepada darah kita dan menebarkan rasa kantuk pada pelupuk mata kita terhadap orang lain ( berbuat masa bodoh atau cuek terhadap orang lain ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar