Sabtu, 07 Februari 2015

SEMAKIN BANYAK............... SEMAKIN BANYAK PULA .............

KEINGINAN ITU TIADA HABISNYA  

Selama manusia hidup pasti punya keinginan. Pada umumnya semakin banyak pendapatan semakin banyak pula keinginan. 

Yang anak2 ingin segera remaja. Setelah remaja mulai ingin mempunyai pasangan ideal yang cocok dengan selaranya. Setelah menjalin hubungan lama kemudian menikah. Setelah menikan mulai punyai keinginan lagi ingin punya momongan dst. 

Banyak orang yang sudah berumah tangga sudah sekian lama tapi tapi belum juga dikaruniai anak. Mereka sudah berusaha periksa ke dokter dan berbagai macam cara dilakukan agar segera punya dapat momongan. 

Sebaliknya ada juga yang sudah punya anak, inginnya diatur sampai mengikuti program Keluarga Berencana. Semua itu merupakan usaha daripada manusia. Mereka lupa bahwa dibalik usahanya itu ada penguasa tertentu yang menentukan segala-galanya yaitu Allah subhana huwata’ala. 

Bila Allah berkehendak memberi sesuatu kepada hambaNya , tidak ada yang mampu menolakNya dan bila Dia mencabut sesuatu dari hambaNya tidak ada yang bisa menghalangiNya. 

Oleh karena Allah swt berfirman,
 “ Sesungguhnya telah diperkenankan permohonanmu berdua ( Musan dan Harun ) sebab itu tetaplah kamu berdua di jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui “. (  QS 10 : 89 

Rasulullah saw pun bersabda, 
“ Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik. . Dia tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang beriman serupa dengan apa yang telah diperintahkan kepada para Rasul. Maka Allah berfirman, “ Wahai para rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik, dan bekerjalah kamu dengan pekerjaan yang baik”. Dan firmannya pula, “ Hai orang-orang yang beriman makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami rezekikan kepadamu “. Kemudian beliau ( Rasul saw ) bercerita, “ Ada seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan jauh, berambut kusut penuh debu. Dia menadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata, “ Wahai Tuhan, wahai Tuhan, ...... sedangkan makanannya haran, minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan barang yang haram, maka bagaimanakah dia akan diterima permintaannya oleh Allah ? “  ( HR Muslim  )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar