Selasa, 25 Agustus 2015

MENGAPA ALLAH BERSUMPAH DENGAN KUDA PERANG ? ( QS 100 : 1 – 5 )



MENGAPA  ALLAH  BERSUMPAH  DENGAN  KUDA  PERANG  ?   ( QS 100 : 1 – 5  )

Allah swt berfirman di dalam QS Al ‘aadiyaat ayat 1 – 5 yang berbunyi sebagai berikut

Wal’aadi yaatidhab han  --  fal muu riyaati qad han  --  fal muughiraati shubhan  --  fa atsar na biha naq an  --  fawa sathna bihii jam’an  .  ( QS 100 : 1 – 5  )

Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah  --  dan kuat yang memercikan bunga api ( dengan pukulan kuku kakinya )  --  dan kuda yang menyerang ( dengan tiba – tiba ) pada waktu pagi  --  sehingga menerbangkan debu  --  lalu menyerbu ke tengah – tengah kumpulan musuh .

Kuda perang. Kuda itu banyak jenisnya, ada yang hanya untuk hiasan atau kesenangan, ada yang digunakan sebagai penarik kereta untuk angkutan, dan ada juga kuda yang digunakan oleh pasukan atau tentara yang digunakan khusus hanya untuk berperang.

Kuda perang ini memiliki tubuh yang paling kekar, otot-ototnya paling kuat, keberaniannya luar biasa, larinya juga paling kencang dan agak susah dikendalikan. Dan kuda ini bila berlari kencang saat kuku-kunya menyentuh tanah , memercikan bunga api. Itu menandakan lari dengan kecepatan maksimal . Debu mengepul ke atas, batu-batu kerikil yang terinjak akan berhamburan saking kencangnya ia berlari , suaranya terdengar bergemuruh . Itulah makanya dinamakan kuda liar. Dan kuda-kuda ini adalah yang terbaik bila dibandingkan dengan kuda-kuda jenis lainnya.

Kemudian menyerang di pagi hari artinya waktu subuh. Maksud ayat ini adalah pada saat keadaan sepi, lengang, pada saat manusia yang sedang larut dengan kesenangannya, sedang memperturutkan hawa nafsunya, sedang mengumbar amarahnya, sedang melaksanakan kezalimannya.

Lalu kuda tersebut menyerbu ketengah-tengah kumpulan musuh, maksudnya Allah akan menyerang mereka dengan memberikan siksa atau azab, tidak ada yang ditakuti kapanpun waktunya. 

Dan bila hal ini terjadi, maka tidak ada seorangpun yang mampu menghalangi perbuatanNya. Bisa juga mereka dibinasakan, atau bisa juga mereka dibuat lari kocar kacir atau bisa juga dihancur leburkan . Itulah gambaran dari kuda perang tersebut .yang merupakan lambang kemarahan dan kemurkaan Allah kepada para hamba ciptaanNya yang digambarkan melalui surat ini .

Kemudian mengapa Allah bersumpah dengan menggunakan jenis kuda perang ini ? Maksudnya Allah memberitahukan kepada kita bahwa hanya diriNya lah yang paling sempurna, paling baik, paling kuat, paling cepat sehingga tidak ada yang bisa menandingiNya, tidak ada yang bisa setara denganNya. 

Bila Dia sudah membuat ketetapan, tidak ada yang turut campur membantu memikirkannya. Bila Dia memberikan sesuatu kepada siapapun tidak ada yang mampu menolaknya dan bila Dia akan mencabut sesuatu dari seseorang juga tidak ada yang mampu menghalanginya . 

Apa yang sudah menjadi ketetapanNya tidak akan robah sedikitpun walau sampai zaman ini berakhir.  Jadi jangan diartikan bahwa Allah itu sama dengan kuda perang. 

Sungguh Dia telah menggunakan bahasa yang amat halus lagi sopan, agar siapapun yang membaca atau mendengar kalimat atau ayatNya tidak menjadi takut. 

Namun manusia dituntut untuk dapat mengkajinya, menghayatinya, bukan hanya sekedar mendengarkan kata-kata dari orang lain, tapi dapat langsung membuktikannya sendiri. Ya Allah…Ya Lathiif…Allahu Akbar…Subhanallah .

Allah bersumpah dengan kuda perang ini selain untuk menakut-nakuti musuh-musuhnya, siapakah itu ? Yaitu orang-orang kafir, munafik, musyrik dan fasik . 

Namun juga sekaligus memberikan semangat perjuangan bagi orang-orang yang beriman, agar janganlah takut menghadapi siapapun, walaupun yang dihadapi itu pejabat tinggi, karena urusannya bukan antara takut dan tidak takut, akan tetapi urusannya adalah benar dan salah, haq dan bathil. 

Manusia hanya boleh takut kepada Allah semata. Takut akan siksaNya, atau azabNya, atau ancamanNya, atau hukumanNya , bila tidak tunduk, patuh dan mentaatiNya, bila tidak beriman kepadaNya, bila menduakanNya ( musyrik ) .

Semoga saja setelah kita membaca dan menyimak ayat-ayat ini kita akan semakin dekat lagi kepada Allah dan akan semakin beriman dan bertaqwa lagi kepadaNya dan tentunya atas seizing dan ridhaNya. 

Aaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar