Sabtu, 30 September 2017

TAFSIR QUR'AN SURAT AL ISRA' [ 17 ] : 26 - 27

PEMBOROSAN  ADALAH  PRILAKU  SYAITAN

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Bismillaahirrahmaanirrahiim .




Wahai saudaraku tidak bosan2nya kami menghimbau kepada anda semua khususnya  untuk kami sendiri agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt .

Ingat takwa itu merupakan benteng  untuk mejauhi perbuatan yang dilarang dan dimurkai oleh Allah swt.

Selain dari itu kitapun hendaknya banyak mengucap rasa syukur kepada Allah atas segala nikmatNya terutama nikmat taufik , hidayah, maunah serta inayahNya , khususnya adalah nikmat Iman dan Islam

Wahai saudaraku marilah kita senantiasa bersolawat atas junjungan kita nabiyullah Muhammad saw sebagai penghormatan kita kepada beliau .Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Allah swt dan juga para malaikatNya .

Allah swt berfirman di dalam QS Al Isra [ 17 ] :  26  -  27 yang artinya  :

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.  QS  17  :  26  -  27

Melalui kedua ayat ini Allah swt memberitahukan kepada kita semua  yaitu

1.       Janganlah memakan harta hak orang lain , tapi berikanlah kepada mereka, karena hal itu merupakan suatu kezaliman  ;

2.       Hak orang lain itu diantaranya adalah fakir, miskin, anak- anak yatim , orang-orang yang lemah , musafr , ibnu sabil  ;

3.       Manfaatkan harta bendanya untuk menambah amal kebajikan sebagai tabungan akhirat  ;

4.       Jangan melakukan pemborosan harta hanya untuk  memperturutkan hawa nafsunya saja  ;

5.       Barangsiapa yang melakukan pemborosan walau itu harta sendiri, maka dia telah kerja sama dengan syaitan  ;

6.       Syaitan adalah musuh manusia yang nyata , maka jauhilah dia   ;

7.       Syaitan selalu ingkar terhadap Allah dan rasul-Nya dari sejak dulu sampai Hari Kiamat .

 Wahai saudaraku hendaknya setiap muslim itu dapat berhemat dalam mengeluarkan hartanya untukmemenuhi kepentingan hidupnya  agar harta tidak habis begitu saja .

Ajaklah orang lain untuk menikmati dan memanfaatkan harta yang Allah karuniakan kepadanya.

Kekayaan yang Allah berikan itu bukan hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga saja, akan tetapi juga untuk umum, seperti menolong fakir, miskin, anak2 yatim, orang2 yang gak mampu.

Tujuannya adalah agar penderitaan mereka setidaknya menjadi berkurang  . 

Rasulullah saw bersabda, 
“  Hai anak Adam , kalau engkau mendermakan kelebihanmu , itu lebih baik bagimu, dan apabila engkau tahan saja , itu berbahaya bagimu , dan engkau tidak tercela atas kesederhanaanmu. Dan dahulukan orang – orang yang menjadi tanggunganmu . Dan tangan yang di atas ( yang member ) lebih baik daripada tangan yang di bawah ( yang menerima ) ". HR Muslim

Melalui hadist ini Rasulullah berpesan agar kita semua

1.       Harta yang telah Allah swt berikan kepada anda, keluarkanlah untuk kepentingan social , bila anda ingin dikenal sebagai orang baik olehNya  ;

2.       Bagi yang tidak mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan social, artinya mengingkari Allah , maka akan celaka  ;

3.       Allah mencela orang yang sikapnya berlebih – lebihan , dan memuji kapada mereka yang bersikap sederhana  ;

4.       Harta yang pertama dikeluarkan setelah diambil untuk memenuhi kebutuhannya adalah anak, istri, pembantu dan kedua orang tua  ;

5.       Lebih baik bekerja walau hasilnya sedikit daripada hasil banyak tapi dari meminta – minta . Maksudnya uang Rp 5.000 ,- ( lima ribu rupiah ) lebih mulia dimata Allah, karena hasil kerjanya sendiri, daripada uang Rp.500.000 ,- ( lima ratus ribu rupiah ) tapi hasil dari meminta – minta . walaupun itu uang halal .

6.       Pekerjaan meminta – minta adalah pekerjaan orang pemalas .

Semoga uraian  ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat membuka mata hati kita yang selama ini telah tertutup. Aaaaamiin.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

Wallaahu a’lam bish shawab

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh 

1 komentar:

  1. Barangsiapa yag dengan ikhlas membantu orang lain maka ASllah akan membalas perbuatannya disaat dia membutuhkan bantuan.

    BalasHapus