Rabu, 27 Desember 2017

PEMBERIAN TERBAIK ALLAH

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.




Wahai saudaraku semua manusia pasti menginginkan yang terbaik untuk dirinya. Dan dalam bermohon kepada Allah juga pasti mintanya yang terbaik .

Namun  tidak semua orang mendapatkan yang terbaik. Kenapa begitu ?  Itu semua tergantuang kepada usaha yang dilakukannya selama ini .

Bagaimana Allah memberikan yang terbaik bila yang dikerjakan adalah yang buruk – buruk ?

Bagaimana Allah mengabulkan permintaannya , karena selama ini mereka selalu jauh dengan Nya .?

Bagaimana Allah akan menyukai mereka, karena yang mereka perbuat bukan hal –hal yang disukai oleh-Nya. ?

Untuk lebih jelasnya  mari kita ikuti dialog antara HAMBA dan SYEKH berikut ini

HAMBA    :  Assalamu’alaikum syekh  . Semalam saya berfikir terus  kan setiap pemberian dari Allah swt itu pasti yang baik – baik . Apakah di antara yang baik – baik itu ada lagi yang terbaik dari semuanya ?

SYEKH       :  Wa’alaikum salam warahmatullaahi wabarakaatuh . Memang segala yang buruk adalah hasil dari perbuatan manusia itu sendiri . Namun yang baik – baik hanya dari Allah. Dan dari semua yang baik menurut pendapat Ahnaf bin Qais ada enam macam .

HAMBA    :  Apasa saja itu syekh .

SYEKH       :  Yang enam macam itu adalah
1.Akal Gharizi ;  2. Tingkah laku yang bagus  ; 3. Teman yang setia  ; 4. Hati yang sabar  ; 5 Diam  dan  6. Mati

HAMBA    :  Apakah yang dimaksud dengan Akal Gharizi  , syekh ?

SYEKH       :  Akal Gharizy adalah pemberian Allah yang baik . Akal Gharizy merupakan akal Thabi’ly yaitu akan yang bersifat pembawaan sejak manusia dilahirkan. Yang istilah sekarang disebut insting. Dari insting inilah manusia yang dapat memberikan petunjuk kebenaran secara alami . Bila hal ini tidak ada  maka barulah ke tingkah laku yang bagus .

HAMBA    :  Apa yang dimaksud dengan tingkah laku yang bagus , syekh ?

SYEKH       :  Tingkah laku yang bagus itu adalah sikap dan prilaku yang selalu mengajak kepada kebaikan. Atau lebih condong untuk berbuat baik daripada berbuat buruk. 
Coba saja kamu renung diri , selama ini mana yang lebih banyak yang sudah diperbuat oleh kamu , apakah perbuatan baik ataukah perbuatan buruk ? 
Kalau lebih banyak perbuatan buruk, maka kamu sudah terkena bujuk rayu Iblis terkutuk dan syaitan terlaknat . 
Bila banyak perbuatan baiknya maka akan menuntun kamu kepada Akal Gharizi . Bila tingkah laku yang bagus juga masih belum ada , maka Allah memberikan teman yang setia .

HAMBA    :  Oh gitu ya . Lalu apa yang dimaksud dengan teman yang setia itu , syekh ?

SYEKH       :  Teman yang setia itu adalah teman yang selalu menganggap dirimu adalah dirinya. Jadi bila kamu salah, maka seolah – olah dia juga ikut salah . Untuk itu dia berani menyalahkan kamu dan langsung memberikan petunjuk yang benar. 
Bila kamu sakit, dia bisa menghiburmu . Bila kamu butuh sesuatu , pasti dia akan membantumu sesuai dengan kesanggupannya . 
Karena banyak orang yang berteman namun hanya memanfaatkan untuk kepentingan pribadinya saja. Contoh . Saat kamu lagi senang dan sukses. Pasti kamu akan banyak teman2nya , walaupun gak diundang , mereka pada datang kepadamu ketawa – ketawa, lalu mengajak kesana, kemari .
Tapi begitu kamu sedang susah dan lagi terpuruk. Mereka menghilang tiada berita. Maka Mereka itu bukan teman tapi virus yang mematikan. Mereka bisa menusukmu dari belakang artinya menghancurkan kamu , mencari waktu yang tepat dan peluang yang bagus . 
Jadi hati – hatilah dengan mereka . Bila teman setia belum juga mendapatkan maka Allah akan memberikan  hati yang sabar . 
Maaf saya belum bisa sampaikan semuanya  , cukup itu saja dulu untuk menjadi bahan renunganmu . Insya Allah untuk hati yang sabar , diam dan mati akan saya sampaikan di waktu yang akan datang .

HAMBA    :  Iya syekh terima kasih atas ilmunya , semoga bermanfaat untuk kita semua dan juga untuk mereka yang membaca uraian ini, yang tentunya atas seizing Allah swt .

SYEKH       :  Insya Allah . Aaaaamiin

HAMBA    :  Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, syekh .


SYEKH       :  Wa’alaikum salah warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar